<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8155247300235225823</id><updated>2012-01-19T00:15:07.939-08:00</updated><title type='text'>Hikmah - Sunnah</title><subtitle type='html'>Semoga Kita Selalu di jadikan oleh Allah orang yang senang melaksanakan sunnah-sunnah Nabi Muhammad Saw</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hikmah-sunnah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8155247300235225823/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hikmah-sunnah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13163127615442366696</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8155247300235225823.post-3795091655147058699</id><published>2009-05-22T20:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T20:39:46.086-07:00</updated><title type='text'>Yang Paling Dicintai Rasulullah</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ditulis Oleh: Munzir Almusawa &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="left"&gt;
Saturday, 28 March 2009 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW Diantara Kalian Senin,23 Maret 2009 &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
قَ&lt;span style="font-size:180%;"&gt;الَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا &lt;/span&gt;
(صحيح البخاري)&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Sabda Rasulullah saw :“Sungguh yg paling kucintai diantara kalian adalah yg paling baik akhlaknya” (Shahih Bukhari) &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Alhamdulillah kita lanjutkan acara kita, nanti syarah haditsnya akan dilanjutkan oleh beliau karena beliau ini hafal Shahih Bukhari dan syarahnya dan lebih dari 30.000 hadits. Demikian hadirin,
Kita mintakan kepada guru kita fadhilatul ustadz ad da’i illaAllah Sayyidil Habib Musa Al Kadhim bin Ja’far Assegaf untuk menyampaikan tausiyah beberapa menit lantas diterjemahkan oleh guru kita fadhilatul ustadz ad da’i ilallah Syekh Ridwan Al Amri lantas dilanjutkan beberapa menit. Demikian, tafadhol masykura.. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Segala puji bagi Allah Swt yang telah mengumpulkan kita di tempat ini, shalawat dan salam kita haturkan kepada hadiratul Rasulullah Saw. Al Habib Musa bin Ja’far Assegaf, tamu kita dari kota Tarim, Hadramaut. Beliau membuka pembicaraannya dengan mengucapkan hamdalah dan bershalawat kepada Rasulullah Saw. Kemudian beliau mengatakn baru saja kita sama – sama mendengarkan sabda daripada Rasulullah Saw yang mana hadits itu keluar dari lisannya Nabi Muhammad Saw yang sudah pasti akan membawa keberkahan bagi kita yang mendengarkan hadits daripada Rasulullah Saw. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Kita tadi sama – sama mendengarkan sabda Rasulullah Saw bahwasanya “inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” sesungguhnya orang yang paling aku cintai dari ummatku adalah yang paling baik akhlaknya, yang paling aku cintai, kata Rasulullah Saw. Walaupun banyak, seperti membaca Alqur’an itu orang – orang yang dicintai Allah Swt. Orang yang banyak berdzikir orang yang dicintai oleh Allah Swt. Akan tetapi hadits ini memperkuat bahwasanya orang yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw dari kalian semua adalah yang akhlaknya paling bagus.
Alhamdulillah, berkat taufiq dari Allah Swt, Allah memberikan kita kemudahan untuk bisa kita berbuat amal – amal yang taat sehingga kita menjadi orang – orang yang dicintai oleh Rasulullah Saw maka ketahuilah apabila kita ingin dijadikan orang – orang yang paling dicintai oleh Allah Swt, ini ada jalur yang paling cepat yaitu bagaimana memperbagus akhlak budi pekerti kita sebagaimana Rasulllah Saw. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Kita semua mampu untuk mengajak orang, bagaimana mereka bisa mencontoh akhlak Rasulullah Saw yang baik. Sebagaimana Allah Swt menciptakan yaitu manusia dengan bentuk dan rupa yang paling baik. “Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. QS. At-Tiin : 4.,, Maka manusia diciptakan oleh Allah Swt melebihi daripada makhluk Allah yang lainnya.maka dari itu kita diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw, apabila seorang mukmin ia berkaca di depan kaca, ia melihat bentuk dan rupa yang diberikan oleh Allah Swt kepada dirinya, akan tetapi bentuk rupa yang dhahir terlihat maka jangan lupa juga kata Rasulullah Saw yaitu akhlak atau budi pekerti yang baik. Sehingga Nabi Muhammad Saw mengajarkan kepada kita satu dia apabila kita berkaca ,“Allahumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy” (doa ketika bercermin) Ya Allah sebagaimana Engkau sempurnakan bentuk dan rupaku, Engkau perindah bentuk dan rupaku, &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Engkau perbaiki juga bagaimana bathinku yaitu dengan akhlak yang mulia. Ketahuilah! Bentuk dan rupa yang dhahir yang apabila rupa kita kurang baik, niscaya akhirnya kita meninggal dunia, apabila dikubur selesai itu bentuk dan rupa yang tidak baik. Akan tetapi bentuk rupa yang bathin, yang tidak terlihat terkecuali dilihat oleh orang – orang tertentu yang diijinkan oleh Allah Swt yaitu akhlak yang mulia dan itulah akan terus terbawa kepada orang ini sampai nanti hari kiamat berjumpa dengan Allah Swt. Sebagaimana kita merawat diri kita, merawat bentuk rupa kita pun, kita diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw untuk memperbaiki akhlak kita, budi pekerti kita sehingga Allah Swt melihat bukan hanya dhahir kita akan tetapi bathin kita juga. &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Jadi tadi, Alhabib Musa mengatakan seseorang apabila ingin berakhlak mulia sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, disamping ia berusaha jangan pula lupa ia memohon dan berdoa kepada Allah Swt. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pun berdoa di dalam doa – doanya. Beliau saw berdoa kepada Allah Swt agar Allah memberikan petunjuk kepada beliau saw, agar beliau saw diberikan kesabaran oleh Allah Swt. Telah berapa banyak cobaan dan penderitaan yang dialami oleh Rasulullah Saw. Nabi Saw mendapatkan cobaan, yaitu mendapatkan gangguan maka Nabi saw sabar untuk menghadapi gangguan daripada orang – orang kafir quraisy. Akan tetapi segala gangguan yang dialami oleh Rasulullah Saw dan penderitaan yang dirasakan oleh Nabi Muhammad Saw, itu semua dihadapi oleh Nabi Muhammad Saw yaitu orang – orang kuffar bermuamalah dihadapan Rasul saw dengan muamalah yang tidak baik. Tingkah laku mereka yang buruk kepada Nabi saw, akan tetapi dengan akhlaknya Rasulullah Saw, beliau tidak membalas dengan sesuatu yang tidak baik. Akan tetapi Rasulullah Saw membalas segala perbuatan mereka yang jelek dengan perbuatan yang baik. Itulah akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sehingga Allah Swt memuji kepada Nabi Muhammad Saw di dalam Alqur’anulkarim. Yang dipuji bukan dari kesabarannya, yang dipuji bukan dari ibadahnya, padahal Nabi Muhammad Saw banyak beribadah kepada Allah Swt. Sehingga diriwayatkan dari banyaknya ibadah Nabi Muhammad Saw, dari qiyamullailnya Nabi saw sampai bengkak kedua telapak kaki beliau. Akan tetapi semua perbuatan Nabi Muhammad Saw, ibadah – ibadah, amal – amal Nabi Muhammad Saw yang dipuji oleh Allah Swt didalam Alqur’an “wa innaka la a’la khuluqin adzim” sesungguhnya engkau Ya Rasulullah didalam budi pekerti yang sangat agung. QS. Al Qalam : 4. Sesungguhnya Rasul saw sungguh benar – benar berada didalam budi pekerti yang sangat tinggi dan agung disisi Allah Swt. Kalau kita manusia yang biasa, mungkin kita bisa berakhlak tapi akhlaknya al hasanah. Perbuatan akhlak yang bagus, tidak dikatakan akhlak kita agung. Tidak ada yang berbuat akhlak yang bagus dikatakan akhlaknya agung. Akan tetapi akhlak yang agung ini hanyalah diberikan oleh Allah Swt kepada Baginda Rasulullah Saw. Sehingga akhlaknya Nabi saw yang begitu agung menutupi segala hal yang lainnya.
Tidak dipuji, “wa innaka la a’la ilm adzim” sesungguhnya engkau didalam ilmu yang begitu agung. Sesungguhnya engkau dalam sabar yang agung. Akan tetapi Allah Swt memuji kepada Nabi Muhammad Saw “wa innaka la a’la khuluqin adzim”. Maka keluarlah pujian yang diberikan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw bagaimana akhlaknya Nabi Muhammad Saw sehingga mereka yang tadinya musuh – musuh Nabi saw. Orang – orang kafir masuk ke dalam agama Islam, mereka taat kepada Nabi Muhammad Saw, karena apa? Bukan hanya dari kesabaran Nabi saw tapi melihat bagaimana akhlaknya Rasulullah Saw.
Dikatakan bahwa (saya belum bawa ucapan beliau tadi) ,Rasul saw mengatakan “wakhaaliqunnaasi bikhuluqin hasan” pergauli manusia, engkau bergaul (bermuamalah) sesama manusia (dengan baik) bukan dengan perbuatan yang lain. Akan tetapi dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, diajarkan oleh Baginda Rasulullah Saw maka diperintahkan bergaulah kepada orang lain dengan akhlak yang baik. Maka disini akhlak yang mulia bisa melebihi daripada amalan – amalan yang lain bahkan melebihi derajat orang – orang yang shalih, orang – orang yang banyak shalatnya dengan akhlak yang mulia. Maka banyak hadits, kalau seseorang mungkin banyak puasanya, shalat sunnahnya banyak, akan tetapi dia tidak mempunyai akhlak yang baik maka ini derajatnya rendah di mata Allah Swt dibanding orang yang tidak banyak berpuasa, tidak banyak shalat sunnah, akan tetapi akhlaknya mulia, budi pekertinya agung maka orang ini derajatnya lebih tinggi disisi Allah Swt. Sebagaimana disabdakan oleh Baginda Rasulullah Saw “ada sebagian manusia, yaitu seseorang laki – laki maupun perempuan ia dengan akhlaknya yang baik bisa melebihi derajatnya orang – orang yang berpuasa dan derajatnya orang – orang yang bangun di malam hari”.
Diperhatikan ikhwani bahwasanya Rasulullah Saw yang mulia itu, yang sangat agung bukan hanya diketahui oleh para sahabat Nabi Muhammad Saw. Bukan hanya orang – orang mukminin yang mengetahui akhlak dan budi pekerti beliau saw yang sangat agung itu, akan tetapi mereka para orang – orang kafir, mereka orang – orang munafik, musuh Rasulullah Saw, mereka mengetahui budi pekerti dan akhlak daripada Rasulullah Saw yang mulia dan sangat agung. Bahkan diriwayatkan daripada akhlak beliau yang sangat agung, sampai anak – anak kecil mengetahui bagaimana akhlaknya Rasulullah Saw yang sangat mulia.
Sehingga Rasul Saw mempunyai kebiasaan, kalau beliau pulang dari peperangan, beliau kumpul bersama semuanya, anak – anak kecil yang masih berumur kecil, mereka berbaris dihadapan Nabi Muhammad Saw. Terkadang di barisan depan itu adalah Sayyidina Ja’far bin Abu Tholib, Sayyidina Hasan wa Husein dan beberapa sahabat sampai shaf yang kedua dan ketiga dan Rasul saw duduk di hadapan mereka sambil melihat mereka semua, Rasulullah Saw mengatakan sayembara kepada mereka “hai anak – anak sesungguhnya aku menyembunyikan sesuatu di ketiakku ini atau di pakaianku. Barangsiapa yang cepat mengambil apa yang aku sembunyikan maka dia akan mendapatkan hadiah dariku, silahkan mengambil sesuatu yang aku sembunyikan di pakaianku”. Maka semua anak – anak yang berbaris di depan Rasulullah Saw, satu – persatu dari mereka berlomba – lomba mendatangi menghampiri Rasulullah Saw, ada yang datang dari belakang, ada yang datang dari dadanya Rasulullah saw, ada yang datang dari kepalanya Rasul saw, mereka berebutan mengambil sesustu yang disembunyikan oleh Rasulullah Saw dan beliau diserbu oleh anak – anak kecil, beliau saw tertawa dengan gembira melihat tingkah laku anak – anak yang memperlakukan Rasulullah Saw. Inilah akhlak, inilah budi pekerti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw sehingga beliau saw dicintai oleh ummatnya.
Beliau (Alhabib Musa) menceritakan bagaimana akhlak Rasulullah Saw yang perlu kita contoh. Pada suatu hari Nabi Muhammad Saw sedang duduk dengan para istri – istrinya, Sayyidah Hafsah, Sayyidah Zainab, Sayyidatuna Aisyah dan yang lainnya duduk bersama Rasulullah Saw. Dan mereka para istri Nabi saw kumpul bersama Rasul saw mereka tertawa dan dari mereka ada yang mengangkat suaranya di hadapan Sang Nabi saw. Satu sama lainnya saling bercanda di hadapan Nabi Muhammad Saw dan beliau saw meladeni dan melayani bagaimana istri – istrinya. Tidak lama kemudian, sedang asyik – asyiknya mereka para istri – istri Nabi Muhammad Saw bersama Sang Nabi sedang bercanda, tiba – tiba terdengar suara ketukan pintu. Tatkala didengar suara ketukan pintu, “Assalamu’alaikum” dilihat Sayyidina Umar bin Khattab maka semua para istri Nabi saw yang tadi sedang asyik duduk bersama Nabi Muhammad Saw, sedang bersenda gurau bersama Sang Nabi saw, mereka semua mengenakan hijab (cadar) nya. Yang tadinya membuka kerudungnya, mereka semua kembali memakainya dan menutup cadarnya sampai mereka semua masuk ke dalam kamar, bersembunyi tidak mau lagi duduk dengan Rasulullah Saw karena datang Sayyidina Umar bin Khattab. Maka Sayyidina Umar bin Khattab setelah masuk, Rasulullah Saw tertawa melihat Sayyidina Umar bin Khattab. Maka Sayyidina Umar melihat Rasulullah Saw yang tertawa gembira sampai geli hatinya Rasulullah Saw, semoga Allah mendengarkan engkau ya Rasulullah. Demi Allah Swt membuat engkau gembira ya Rasulullah saw, sebagaimana engkau dibuat gembira oleh Allah Swt. “apa yang membuat engkau tertawa ya Rasulullah?” maka Rasulullah Saw mengatakan “tadi sebelum engkau datang, semua istri – istriku sedang berkumpul, sedang bercanda gurau denganku, kemudian tatkala engkau datang, mereka masuk ke dalam menutup cadarnya dan bersembunyi”. Maka Sayyidina Umar bin Khattab berteriak dari depan “hai para istri – istri Nabi saw, kalian lebih takut kepadaku daripada Rasulullah Saw? Rasulullah lebih berhak, lebih pantas untuk ditakuti daripada aku?” Maka menyahut salah satu istri daripada Nabi Muhammad Saw “ya Umar benar, kami lebih takut padamu, kami tidak takut daripada Rasulullah Saw karena kami mengenal engkau adalah orang yang keras maka kami takut. Nanti kalau kami tertawa, engkau akan memarahi kami. Akan tetapi kalau kami tertawa, kami bercanda dihadapan suami kami yaitu Rasulullah Saw, beliau saw tidak pernah memarahi kami”. Maka Sayyidina Umar bin Khattab melihat keadaan ini, beliau terdiam. Dan Rasul saw tertawa (Shahih Bukhari).
Diriwayatkan bahwasanya daripada akhlaknya Rasulullah Saw pernah satu kali Rasulullah Saw didatangi daripada anak dari seorang munafikin yaitu Abdullah bin Ubay. Ia terkenal di Madinah, ia meninggal dunia. Tatkala ia mati, anak – anaknya daaing mendatangi Rasulullah saw “ya Rasulullah aku minta kain kafan untuk mengkafani ayahku yang sudahmeninggal dunia” maka Rasulullah Saw mengatakan “baik” padahal Rasul saw tahu ini orang munafik, maka diberikan kain oleh Rasul saw untuk mengkafani ayahnya yang meninggal itu. Maka Rasul saw daripada akhlaknya Rasulullah saw “coba engkau memberitahu sebelumnya maka aku akan datang dan menyolati ayahmu itu” maka anak itu berkata “ya Rasulullah boleh disholati” maka Rasulullah datang dalam pekuburannya. Sudah seelsai dikafankan dan dikuburkan, Rasulullah saw menyolatkannya. Tatkala Rasul saw menyolatkan diatas kuburnya itu, Sayyidina Umar bin Khattab sedih mengetahui hal ini, Sayyidina Umar mengingatkan kepada Rasulullah saw “ya Rasulullah engkau tahu ia ini munafik, tidak akan diridhoi seorang munafikin, kenapa engkau sholatkan?” berkata Rasulullah Saw “ya Umar belum ada larangan dari Allah Swt untuk aku menyolatkan kepadanya walaupun ia orang munafik”. Maka disholatkan oleh Rasul saw seblum turun ayat “wala tusholli a’la…wala ” jangan sekali – kali kalian menyolatkan salah satu dari orang munafik. Rasulullah saw melarang menyolatkan jenazah daripada orang munafik dan tidak boleh berdiri di kuburannya atau pekuburan mereka. Maka dikatakan oleh ahli tafsir setelah turunnya ayat ini “beruntung kepada munafikin Abdullah bin Ubay bahwasanya ia mendapatkan ampunan dari Allah Swt berkat shalatnya Rasulullah Saw untuknya”. Lihat akhlaknya Rasulullah Saw, beliau saw tahu ini orang munafik tapi beliau saw mendatanginya bukan hanya memberikan kain kafan tapi menyolatkannya.
Maka kita berusaha agar bagaimana akhlak kita menjadi akhlak yang baik. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. Kita selalu memohon dan meminta kepada Allah Swt disamping kita berusaha, kita juga berdoa sebagaimana Baginda Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita bagaimana beliau saw berdoa dan meminta kepada Allah Swt untuk diberikan petunjuk dan menjadi amalan – amalan yang paling baik. Diantaranya yaitu akhlak yang mulia. Maka Rasulullah saw mengajarkan kita, apabila seseorang ingin bercermin ucapkanlah “Allahumma kamaahassanta khalqiy fahassin khuluqiy” maka sebagaimana Engkau memperbaiki bentuk dan rupaku Ya Allah, maka perbaikilah juga akhlakku. Yang dhahir minta diperbaiki oleh Allah dan yang bathin juga minta diperbaiki oleh Allah. Kita adalah manusia tidak sama dengan hewan, kita tidak sama dengan tumbuh – tumbuhan. Tumbuh – tumbuhan kalau mati kembalinya kepada tanah, kalau binatang mati kembalinya menjadi tanah, itu pepohonan kalau mati akan kembali menjadi tanah. Akan tetapi engkau wahai manusia apabila engkau meninggal dunia engkau bukan kembali kepada tanah, walaupun jasadmu dilianglahatkan ke dalam tanah akan tetapi ruhmu akan kembali kepada Allah Swt. Ruhmu naik keatas menghadap Allah Swt, akan menghadap Allah Swt apabila sebagaimana kita yaitu ruh kita, santapan rohani kita. Akhlak mulia yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw itu akan mengangkat derajat kita.
Dikatakan bahwasanya dengan akhlak yang mulia, seseorang bisa mengalahkan daripada amalan – amalan orang yang berpuasa, amalan – amalan orang yang shalat qiyamullail. Mungkin engkau bisa shalat, membutuhkan waktu 4 jam. Mungkin hal seperti ini membutuhkan waktu 4 jam atau berpuasa sekian bulan engkau berpuasa sunnah. Akan tetapi dengan perbuatan akhlak yang mulia, budi pekerti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw bisa mempercepat naiknya derajatmu disisi Allah Swt. Maka dari itu marilah kita berusaha sebagaimana dhahiran kita diperbaiki oleh Allah Swt dalam bentuk rupa yang baik danjangan lupa juga kita memperbaiki yaitu bentuk bathin kita, akhlak kita yang telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Saw, bagaimana kita bisa berakhlak yang mulia sebagaimana akhlaknya Rasulullah Saw.
Dikatakan mudah – mudahan Majelis Rasulullah Saw ini dilimpahi keberkahan. Majelis seperti ini dicintai Nabi saw, majelis seperti ini menggembirakan hati Nabi saw yang banyak hadir di majelis ini kaum pemuda – pemudi, anak – anak, anak – anak muda ini yang paling dicintai oleh Nabi Muhammad Saw. Karena di dalam setiap peperangan banyak didapati daripada kaum pemuda. Pernah satu kali Sayyidina Abdurrahman bin Auf, sahabat Rasulullah Saw tatkala beliau sedang didalam barisan beliau menengok ke sevelah kanan didapati semua banyak anak – anak muda, beliau menengok ke sebelah kiri rata – rata yang ada anak – anak muda. Maka tiba – tiba sedang asyiknya sudah siap menghadapi musuh, tiba – tiba ada dikutan dari samping kanannya Sayyidina Abdurrahman bin Auf, ada yang nyolek Sayyidina Abdurrahman bin Auf maka Sayyidina Abdurrahman bin Auf menoleh ke sebelah kanannya. Ini ada anak kecil belum begitu besar, umurnya belasan tahun, “apa yang kau mau, apa yang kau inginkan wahai anak muda?” anak itu berkata “wahai Abdurrahman tunjukkan padaku mana yang namanya Abu Jahal?” ini anak muda ikut perang mau mencari mana yang namanya Abu Jahal. “untuk apa kau mencari Abu Jahal”, kata Sayyidina Abdurrahman bin Auf. Anak itu menjawab “telah sampai kepadaku kabar bahwasanya Abu Jahal itu yang selalu menyakiti Rasulullah Saw. Waktu di kota Makkah, belum hijrah ke Madinah sampai kabar kepadaku bahwasanya Abu Jahal ini orang yang selalu menyakiti Rasulullah saw, orang yang selalu mengganggu Rasulullah saw, maka tolong kau beritahu padaku ya Abdurrahman mana itu Abu Jahal, aku ingin membunuhnya?”.
Belum selesai anak ini berbicara ada colekan lagi dari sebelah kiri “ada apa ini?” Sayyidina Abdurrahman menoleh anak muda juga, pertanyaannya sama dengan yang sebelah kanan. Sayyidina Abdurrahman bin Auf berkata “untuk apa kau mencari – cari Abu Jahal”, berkata sang anak “telah sampai kepadaku bahwasanya Abu Jahal ini adalah musuh Allah yang banyak menggoda dan mengganggu Rasulullah Saw di Makkah”. Maka Sayyidina Abdurrahman bin Auf melihat semangat dari si anak muda ini, tidak lama kemudian Sayyidina Abdurrahman bin Auf melihat itu yang namanya Abu Jahal dikelilingi oleh para musuh – musuh yang lain. Panah disebelah kirinya dan disebelah kanannya Abu Jahal, maka tatkala Sayyidina Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada yang di sebelah kanannya “hai anak muda itulah yang namanya Abu Jahal”. Belum sempat memberi saran, memberi petunjuk “hai hati – hati Abu Jahal orang jahat”, belum sempat mengatakan itu langsung anak muda itu tanpa tawar – menawar langsung terjun dihadapinya itu Abu Jahal, ia lemparkan tombaknya ke dada Abu Jahal. Si anak sebelah kiri bertanya “mana itu Abu Jahal?” Sayyidina Abdurrahman berkata “itu”. Langsung si anak terjun menghadapi Abu Jahal, ia senang ingin membunuh Abu Jahal karena kebenciannya kepada Abu Jahal karena Abu Jahal sering menyakiti Rasulullah Saw. Lihat kaum pemuda dimasa Nabi Muhammad Saw, mereka rela mengorbankan nyawa mereka demi Nabi Muhammad Saw. Mereka para pemuda – pemuda yang sangat dicintai oleh Rasulullah Saw.
Jazakallahu khair jaza Guru kita yang kita muliakan fadhilatul ustadz ad da’i illaAllah Sayyidil Habib Musa bin Ja’far Assegaf mataanAllahu bihi, semoga Allah memanjangkan usia beliau, semoga Allah melimpahkan keberkahan dan kebahagiaan kepada beliau di dunia dan akhirat, dan memberikan usrah di dalam dakwah beliau di seluruh permukaan bumi. Karena beliau ini baru kembali dari Inggris beberapa waktu yang lalu dan mendatangi negeri – negeri Eropa. Sudah semakin luas dakwah Nabi kita Muhammad Saw yang hampir saja mulai padam dan kini mulai saatnya bangkit. Dan malam ini kita berjumpa dengan beliau, semoga Allah memberi keluasan di dalam bimbingan dan dakwah beliau. Amin Allahumma Amin.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Limpahan puji kehadirat Allah Jalla Wa Alla, yang telah mengumpulkan kita dalam kehadirat agung ini, didalam rahasia pengampunan Illahi. Telah kita dengar sabda Nabi kita Muhammad Saw “inna min ahabbikum ilayya ahsanakum akhlaq” sungguh yang paling kucintai diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Jawablah lamaran Sang Nabi saw untuk dicintai oelh beliau saw. Kecintaan beliau dunia dan akhirat. Keberuntungan dunia dan akhirat, kebahagiaan dunia dan akhirat, kemewahan yang abadi mendekat dengan beliau saw di yaumal qiyamah. Hadirin ketika nafas telah mencapai tenggorokkan kita dan saat nafas itu berakhir, semoga nafas itu berakhir dalam cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw. Bagaimana riwayat Shahih Bukhari Rasul saw memuji kaum anshar “man ahabbahum ahabbullah waman abghadhahum abghadhahullah.” barangsiapa yang mencintai kaum anshar maka mereka dicintai Allah, barangsiapa yang membenci kaum anshar maka mereka dibenci Allah. Ini kaum anshar, lebih – lebih lagi Sayyidina Muhammad Saw. Barangsiapa yang mencintai beliau akan dicintai Allah. Rabbiy halalkan sanubari kami untuk selalu mencintai Nabi kami Muhammad Saw dan bukakan bagi kami gerbang keluasan cinta-Mu kepada kami karena kami mencintai Nabi Muhammad Saw. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram
Kita bermunajat kepada Allah memohon pengampunan atas dosa – dosa kita dan dosa saudari – saudari kita muslimin – muslimat yang terjebak dalam dosa dan kesalahan sebab perbuatan mereka mulai dari muncul lagi musibah di permukaan bumi Indonesia ini maka Rabbiy kami meminta pengampunan untuk kami dan muslimin – muslimat yang penuh dosa, mereka yang terjebak dalam kemaksiatan hujani dengan hidayah. Mereka yang terjebak dalam perzinahan hujani mereka dengan taubat, mereka yang terjebak didalam perjudian dan segala kemunkaran dan segala kerusakan akidah hujani mereka dengan hidayah dan rahmat. Kami bermunajat untuk kami dan ayahbunda kami dan negeri kami dan seluruh wilayah muslimin khususnya negeri muslimin terbesar di muka bumi ini. Rabbiy Rabbiy jangan Kau jadikan pemimpin yang muncul diantara kami pemimpin yang biadab, pemimpin yang tidak membela akidah Islam, pemimpin yang tidak membela kedamaian, kami minta pemimpin yang baik, yang membawa kedamaian, kemakmuran, menegakkan keadilan, menindas kedhaliman, mengamankan mereka – mereka yang lemah. Ya Rahman Ya Rahim mereka yang terjebak didalam kesalahan dari pemimpin – pemimpin kami, beri mereka hidayah, kenalkan mereka kepada sujud.
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..
Faquuluuu jamii'an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah
Kami berdoa cukupkan musibah Ya Rabb, kami mengakui dosa kami dan dosa muslimin – muslimat, kami risau melihat hujan yang semakin hari semakin deras, dan ingin terus membenahi dosa – dosa kami yang makin deras. Rabbiy maka cukupkanlah hujan – hujan yang membawa musibah, turunkanlah hujan hidayah, turunkanlah hujan taubat, Ya Rahman Ya Rahim wahai Allah tahanlah musibah sebelum turun dari langit, Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzathtahuli wal in’am Hadirin – hadirat dan kita lanjutkan dengan doa bersama meminta keselamatanbagi muslimin – muslimat. Dan juga ingin saya sampaikan kepada hadirin bahwa saya banyak diminta untuk menyampaikan tausiyah di acara – acara partai politik dan saya akan datangi undangan mereka karena saya tidak berani menolak ketika orang banyak mengadakan banyak hal yang padanya dosa lalu saya diminta memberi peringatan dan saya tidak mampu menolaknya, saya harus datang dan menyampaikan tausiyah. Maka jangan kaget jika saya muncul di banyak acara partai – partai politik. Sungguh ini untuk dakwah Sayyidina Muhammad Saw. Kita harus mendakwahi semua kelompok masyarakat dari yang terbawah sampai yang teratas harus disampaikan kemuliaan Allah dan Rasul saw. Biarkan semua bendera – bendera naik di dunia ini dan tidak ada bendera yang abadi kecuali bendera Sayyidina Muhammad Saw. Kita berdoa bersama dengan keberkahan Habib Musa bin Ja’far dan juga para tamu dan para habaib kita dari Malang dan Surabaya dan para da’i besar kita, semoga malam ini menjadi malam yang banyak turunnya rahmatnya Allah kepada kita. Amin Allahumma Amin..
Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8155247300235225823-3795091655147058699?l=hikmah-sunnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hikmah-sunnah.blogspot.com/feeds/3795091655147058699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8155247300235225823&amp;postID=3795091655147058699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8155247300235225823/posts/default/3795091655147058699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8155247300235225823/posts/default/3795091655147058699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hikmah-sunnah.blogspot.com/2009/05/ditulis-oleh-munzir-almusawa-saturday.html' title='Yang Paling Dicintai Rasulullah'/><author><name>Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13163127615442366696</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8155247300235225823.post-2900642478387837800</id><published>2009-03-18T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T06:13:59.760-07:00</updated><title type='text'>ISLAM DAN TEKNOLOGI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Islam dan IPTEK&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seorang awam akan bingung memahamI Apakah manusia itu makhluk hidup yang diciptakan Allah dari air, dari debu atau dari tanah? Padahal ayat-ayat Al Quran tak ada satupun yang bertentangan satu sama lain. Bagi seorang ilmuwan yang punya bekal sains ayat-ayat itu jelas sekali mengtakan bahwa yang dimaksudkan bahwa manusia disusun dari unsur-unsur kimiawi yang terdapat dibumi.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Untuk menghindari kesalah pahaman diantara para pembaca khususnya mayoritas muslim. Ada baiknya akan kami jelaskan disini apa yang dinamakan orang Ilmu Pengetahuan Kealaman,atau Sains Natural itu dengan cara yang sederhana dan bagaimana ilmu ini bekembang dan terbentuk sepanjang masa.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Secara ingkat, sains adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses dan pengkajian yang dapat diterima oleh akal atau rasio manusia.Dalam sain natural atau ilmu pengetahuan kelaman orang mengumpulkan pengetahuan itu dengan mengadakan observasi atau pengamatan, pengukuran data pada alam disekitar kita; baik makhluk hidup seperti manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan maupun yang tidak bernyawa seperti bumi, langit, bintang, lautan, udara dan benda-benda yang mengelilingi sekitar kita. &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Data yang di kumpulkan dari berbagai observasi dan pengukuran gejala alamiah itu dianalisa &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kemudian di simpulkan yang dapat diterima oleh akal manusia. Seluruh proses pengamatan, pengukuran sampai dengan analisa dan pengambilan kesimpulan ini kami beri istilah intizhor untuk mudahnya.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ciri khas daripada ilmu pengetahuan kealaman ialah bahwa ia disusun atas dasar intizhor pada gejala-gejala alamnya yang dapat kita periksa berulang-ulang dan diperiksa oleh orang lain, seperti perjalanan atau perubahan posisi bintang-bintang, matahari, bulan atau dapt kita teliti ddengan eksperimen laboratorium. Karena sifat keterbukaannya ini, sians natural merupakan consensus atau mufakat dari pada seluruh ilmuwan yang bersangkutan.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bila gejala-gejala yang diteliti itu serupa maka biasanya dapat di ditarik kesimpulan yang umum mengenai fenomena-fenomena alamiah itu; dan kesimpulan yang menyatakan sifat serta kelakuan alam itu biasanya dinamakan orang hukum alam. Hukum alam ini melukiskan bagaimana alam bertingkah laku pada kondisi tertentu. Karena dalam penelitian dilakukan pengukuran-pengukuran terhadap besaran-besaran fisik misalnya, jarak, suhu,kecepatan dan sebagainya, sehingga ilmu yang dihasilkan bersifat obyektif dan kuantitatif serta hukum-hukumnya dapat di rumuskan secara matematis.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dengan bertambahnya banyak nya pengetahuan tentang kelakuan alam ini maka, kita bisa menerang kan dengan menguraikanya dalam gejala-gejala kita ketahui hingga timbul suatu teori untuk menerangkan suatu gejala, teori ini bisa di gunakan untuk meramal kondisi alam dengan mengadakan percobaan-percobaan laboratorium. Kemudian eksperimen dapat dilakukan untuk menguji kebenaran suatu teori.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Demikianlah kita ikuti proses bagaimana himpunan rasionalitas yang kita namakan ilmu penegetahuan itu terbentuk dan berkembang sepanjang zaman.Mengenai Islam, kita semua sebagai orang yang beragama islam tidak hanya mengetahui tetapi juga menghayati dan mengamalkanya, karena ajaran-ajaran islam bersumber pada Al-Quran maka, kami akan menggunakan beberap ayat untuk mengungkapkan hubungan Islam dengan ilmu pengetahuan. &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Di dalam Al-Quran surat yunus ayat 101 :" Katakanlah : Observasilah dengan teliti apa-apa &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;yang ada dilangit dan bumi; namun tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Tuhan itu, serta peringatan-peringatan para Rosul tak akan ada gunya bagi orang-orang yang tak beriman "Bagi seorang mu'min intizhor yang dilakukan sesuai dengan perintah Allah justru akan memberikan hasil bertambah tebal iman dan keyakinan atas kebenaran islam. Kemudian didalam surat Al Ghasiyah ayat 17-20" &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptaka Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung, bagaimana ia didirikan. Dan bumi, bagaimana ia diluaskan."Ayat-ayat yang kami sebutkan diatas menekankan perlunya orang islam melakukan intizhor terhadap alam semesta dan alam sekitar kita, baik makhluk hidup atau yang tidak bernyawa, agar kita menemukan ayat-ayat Allah didalamnya.
Perintah intizhor ini telah dilakukan oleh orang-orang isalm yang taat kepada agamanya, dan timbul sejak abad pertama hijriyah tokoh-tokoh seperti Jabir Ibnu Hayyan, yang kini diakui sebagai ilmuwan pertama kali memperkenalkan metode ilmiah dan penelitian yang kami namakan intizhor itu oleh para sarjana barat. kemudian menyusul Muhammad Ibnu Zakaria Ar Rozi tokoh ilmuwan kimia yang oleh dunai barat diakui sebagai orang yang pertama yang membukukan berbagai proses kimiawi yang ditemukanya dalam laboratorium, selanjutnya dunia mengenal Muhammad Ibnu Musa Al khawarizmi penyebar ilmu aljabar dan Abu Ali Al Husaeni Ibnu Sina ahli fisika, geolologi dan kedokteran yang hafal Al Quran ketika berumur 10 tahun.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Masih banyak tokoh ilmuwan yang dikenal orang barat dikalangan umat islam yang diakui memainkan peranan yang berarti dalam memajukan sains, sayang sekali bahwa kejayaan serta penguasaan ilmu umat islam hanya berlangsung abad ketujuh Hijriah, kemudian intizhor menjadi kendor dan sains terbengkalai.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada saat itu Eropa barat masih terbelakang telah mengirimkan peminat-peminat sains ke Universitas islam di Cordova dan Toledo di sapnayol untuk belajar serta mewarisi sains dari umat islam. Sehingga muncul tokoh-tokoh mereka sejak abad kedelapan hijriyah seperti Galileo, Newton. Dengan kemampuan sains itu mereka mengembangkan tekhnologi yang mengakibatkan terjajahnya umat islam diseluruh dunia, baik secara politis militer maupu ekonomis. Umat islam telah menderita berabd-abad sebagian akibatnya dari pada sikapnya yang mengabaikan perintah Allah seperti yang telah dikutipkan dari surat diatas.
Setelah menengok sebentar pada pelaksanaan pada perintah intizhor dan perkembnagan sains dilingkungan islam serta tokoh-tokohnya pada zaman islam marilah kita teliti mengapa intizhor dikatakan akan mengungkapkan tanda-tanda kekuasan Allah dan mempertebal iman seseorang. &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tidak kah cukup ia kita baca dari kitab suci? Apabila Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk intizhor agar kita menemukan ayat-ayat dalam semesta ini. Yang pada hematnya kami dapat membantu memahami ayat-ayat didalam Al Quran dan memperoleh keyakinan serta ketebalan iman maka wajiblah kita melakukannya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seorang yang dibekali dengan pengetahuan yang dalam mengenai sains akan mempunyai pengertian yang kedalaman dan kemantapannya berbeda dengan seorang awam yang tidak mengenal sains, apabila mereka membaca ayat-ayat Al Quran; meskipun yang merek a baca sama. Ambilah sebagai contoh ayat-ayat Al Quran yang menyangkut penciptaan manusia sebagai makhluk hidup. Dlam surat Al Mu'minun ayat 12" &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari sari pati tanah "Kemudian dalam surat Al-Hajj kita temukan ayat 5 yang bagian awalnya berbunyi :" Wahai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan ( dari kubur ), maka ( ketahuilah ) bahwa sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari debu ( jasad renik )Dan dalam surat Al-Anbiya Kita lihat pada bagian akhir ayat 30Seorang awam akan bingung memahaminya. Apakah manusia makhluk hidup yang diciptakan Allah dari air, atau dari debu atau dari tanah? Pada hal ayat-ayat Al Quran tak ada satupun yang bertentangan satu sama lain. &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagi seorang ilmuwan yang punya bekal sains ayat-ayat itu jelas sekali. Ia dengan mudah dapat mengerti bahwa yang dimaksudkan dalam surat Al Mu'minun ayat 12 ialah bahwa manusia disusun dari unsur-unsur kimiawi yang terdapat dibumi. Ayat 5 surat Al Hajj baginya menyatakan bahwa manusia dijadikan dari jasad renik yang para ilmuwan namakan sel. Sedangkan ayat 30 surat Al Anbiya mengingakakannya pada proses metabolisme pada makhluk hidup yang tidak mungkin terjadi tanpa adanya air didalam tubuhnya yang memungkinkan perpindahan serta interaksi molekul.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seorang ahli sains ketika membaca ayat-ayat tersebut, akan tunduk dalam hati memuji keagungan Allah SWT yang telah menciptakan manusa dari sebuah sel yang berupa cairan yang mengandung Organel-organel yang tersusun dari molekul-molekul yang asalnya dari unsure-unsur kimiawi dibumi, yang punya fungsi masing-masing sesuai penggarisan sang pencipta. Sel ini hidup dan berkembang biak menjadi manusia, sebagian kelompok sel menyusun waduk, sebagian menyusun usus, lainnya lagi hati, limpa, ginjal, paru-paru, tulang-tulang, kulit, otak dan lain sebagainya. Sesuai dari perintah Allah yang dapat dibaca dari kode genetic yang terkandung dalam tiap-tiap sel. Pakar tersebut termenung dan tidak berkata lain kecual mengucapkan tasbih dan takbir serta membanarkan ayat-ayat Al Quran yang telah dibacanya itu. Inilah gunanya intizhor kita untuk menemukan ayat-ayat Allah di alam semesta, sekaligus kita dapat memahami ayat-ayat Al Quran dan bertambah keimanan kita. Dan memang inilah jalan yang benar bukan sebaliknya. Kita tidak dapat begitu saja seenaknya menafsirkan ayat-ayat Al Quran dngan konsepsi kita sendiri yang tidak didukung oleh intizhor, kemudian memaksakan kepada orang lain untuk mengakui bahwa konsepsi kita tentang alam tersebut adalah benar.
Di dalam sejarah hal yang ddemikian pernah terjadi; yaitu ketika dalam tahun 1600 Giardani Bruno dibakar hidup-hidup oleh Gereja karena mempunyai keyakinan bahwa bumi kita ini berputar, sedangkan Gereja mengajarkan bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi.
Agak lama juga waktu yang dipergunakan oleh panca indera dan penjelajahan akal untuk mendekati apa yang di jangkaukan oleh wahyu berbelas abad yang lewat itu. Penyelidikan-penyelidikan dizaman akhir ini menunjukkan bahwa ala mini tidak vacuum sama sekali; begitulah Al Quran ( Islam ) membawakan bukti dan ayat-ayat Tuhan disegenap penjuru alam dan dalam diri manusia sendiri.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tapi apakah semua itu bagi orang yang tidak mau atau takut percaya? Takut percaya akan Tuhan karena dianggap kolot, "tidak ilmiyah". Dan sudah dijelaskan dalam surat Yunus ayat 101, dalam hubungan inilah kita baru bisa menyadari betapa agung ni'mat Tuhan yang diberikan kepada kita ialah iman. Kalau dikehendaki bisa saja kita ini menjadi orang yang paling mendustakan Nya. ( Naudzubillah min dzalik. Robbana laa tuzigh quluubana ba'da idz hadaetana ). Jadinya, soal iman itu pada hakekatnya adalah soal hidayah ( petunjuk ) Tuhan. Betapapun jelas dan terangnya bukti-bukti ilmiyah tentang kebesaran dan kekuasaan Tuhan.
&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jadi pada intinya Orang mengabdi kepada akal sedangkan akal itu sangat terbatas. Orang bisa terjerumus dalam pengingkaran terhadap kebenaran kalau orang hanya mengabdi pada akal yang jangkauannya hanya sejauh tekhnologi belaka. Tanpa memasukkan unsur keimanan dan ketakwaan dalam pekerjaan kita sehari-hari, hidup didunia ini tidak bisa digambarkan, karena itu keseimbangan yang harmonis antara akal dan iman sangatlah mutlak dibutuhkan&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://buntetpesantren.org/"&gt;http://buntetpesantren.org&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8155247300235225823-2900642478387837800?l=hikmah-sunnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hikmah-sunnah.blogspot.com/feeds/2900642478387837800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8155247300235225823&amp;postID=2900642478387837800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8155247300235225823/posts/default/2900642478387837800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8155247300235225823/posts/default/2900642478387837800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hikmah-sunnah.blogspot.com/2009/03/islam-dan-teknologi.html' title='ISLAM DAN TEKNOLOGI'/><author><name>Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13163127615442366696</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8155247300235225823.post-6834500111695558079</id><published>2009-03-15T17:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T17:56:48.631-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ketujuh, yaitu umur yang baroqah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai tujuh  indikator kebahagiaan dunia.&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca doa ‘sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia ”), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri&lt;/span&gt; 
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang, disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana, sedikit diedit oleh Penjaga Kebun Hikmah) kebun Hikmah.com&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8155247300235225823-6834500111695558079?l=hikmah-sunnah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hikmah-sunnah.blogspot.com/feeds/6834500111695558079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8155247300235225823&amp;postID=6834500111695558079' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8155247300235225823/posts/default/6834500111695558079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8155247300235225823/posts/default/6834500111695558079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hikmah-sunnah.blogspot.com/2009/03/ibnu-abbas-ra.html' title=''/><author><name>Informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13163127615442366696</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
